wisata di malang, tempat wisata malang, tempat wisata, wisata malang batu, batu malang, wisata batu, kota malang, kota wisata malang, wisata di batu, hotel malang, batu malang, hotel malang, kota malang, kota wisata malang, tempat wisata, tempat wisata malang, wisata batu, wisata di malang, wisata jatim

Merasakan Atmosfer Kesucian CANDI SUMBERAWAN

Kicau  burung, gemerisik pucuk-pucuk daun pinus yang bergesekan, itulah irama alam yang akan menemani anda menyaksikan Stupa Sumberawan. Candi ini berada di antara hutan pinus Desa Sumber awan , Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Kicau  burung, gemerisik pucuk-pucuk daun pinus yang bergesekan, itulah irama alam yang akan menemani anda menyaksikan Stupa Sumberawan. Candi ini berada di antara hutan pinus Desa Sumber awan , Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Candi ini emang tak setenar Candi  Singosari. Meski begitu, ada keteduhan , keindahan, dan kisah-kisah magis yang menjadi alasan mengapa bangunan berbentuk stupa yang ditemukan tahun 1845 ini dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara.

Nama sumber awan yang diberikan pada satu-satunya candi di daerah ini diduga berasal dari nama desa tempatnya berada, yakni Desa Suberawan . namun ada juga yang berpendapat , nam tersebut diambil dari kata sumber (pusat) da rawan(telaga) . masuk akal juga, karena pada kenyataannya tak jauh dari candi terdapat telaga yang menampung air dari mata air yang berada di bawah candi tersebut . 

Meski jauh dari keramaian , candi ini terawat cukup baik. Areal tempat berdirinya candi tampak seperti taman. Rumput di sekeliling candi tampak hijau terawat. Tumbuhan hias yang ditanam di tepi jalan yang membela hamparan rumput juga tampak subur. Begitu pula tumbuhan tanaman yang berada di tepian areal candi terlihat segar dengan beberapa diantaranya menghasilkan bunga yang indah . meski sederhana , taman sekeliling candi ini tampak asri menyejukan mata. Di tengah taman inilah CANDI Sumberawan berdiri.

Dilihat dari bentuknya , candi sumberawan cukup sederhana . bagian bawah candi berupa susunan batu berbentuk empat persegi dengan bantalan berbentuk teratai yang melambangkan khayangan . di atas bantalan berdiri susunan batu berbentuk genta, sedangkan bagian atasnya hilang. Disamping candi terdapat  beberapa batu yang disusun menyerupai puncak setupa yang coba direstorasi Pemerintahan Belanda tersebut tidak berhasil dipasang karena kesulitan menemukan bentuk yang pas untuk menyempurnakan Candi Sumberawan. Akhirnya , batu-batu bagian puncak stupa itu pun disusun seadanya. 

Meskipun sederhana , masyarakat setempat mempercayai bangunan ini suci lantaran keberadaannya diatas mata air, secara rutin, setiap memasuki bulan Suro (sekitar bulan agustus) masyarakat desa sekitar melakukan acara Selamatan Sumber . sebentuk tumpeng pun di persembahkan sebagai ungkapan rasa syukur atas mengalirnya mata air Sumberawan yang telah menghidupi ribuan jiwa. Sebagian orang juga datang ke sini untuk memanjatkan doa, memohon keselamatan dan kesuksesan. Karenanya di salah satu ujung kawasan candi terdaaat ruang khusus untuk semedi.

Bila mengunjungi Candi Sumberawan dan ingin mengetahui lebih dalam sejarahnya, anda bisa membeli buku tentang candi ini pada juru pelihara candi dengan harga Rp. 5.000,- .

Sumber : malang where to go
read more →

Mengunduh berkah di GUNUNG KAWI

“Pesarean Gunung Kawi,” demikian masyarakat sekitar menyebut objek wisata ziarah ini. Lokasinya sekitar 40 km sebelah barat kota Malang. Di sana para wisatawan ziarah melambungkan doa sekaligus berharap turunnya berkah bagi mereka.
“Pesarean Gunung Kawi,” demikian masyarakat sekitar menyebut objek wisata ziarah ini. Lokasinya sekitar
read more →

Membuat Vas Bunga Keramik di DINOYO

Berekreasi sambil belanja benda kerajinan berbahan keramik. Itulah yang dapat anda lakukan bila mengunjungi Kampung Keramik Dinoyo. Kalau igin merasakan membuat benda kerajinan berbahan
read more →

Tugu Nasional saksi Kemerdekaan Indonesia

Kota Malang tak bisa dipisahkan dari sejarah kemerdekaan Indonesia. karena kota ini menjadisalah satu lokasi favorit pemerintahan kolonial waktu itu.
Kota Malang tak bisa dipisahkan dari sejarah kemerdekaan Indonesia. karena kota ini menjadisalah satu lokasi favorit pemerintahan kolonial waktu itu. Di akhir abad 18, Malang terpilih oleh meneer en mevrouv
read more →

Melihat Taman Toga Materia Medica

Di Kota Batu kini ada kantor pemerintahan yang siap menjadi ikon wisata. Kantor tersebut adalah UPT Materia Medica. Kantor instansi Pemerintahan Jawa Timur tersebut merupakan Sentra Tanaman Obat
read more →

Mencicipi Manisnya Madu Rimba Raya

Sengatan lebah memang menyakitkan dan membuat gatal kulit di sekitar titik sengatan. Namun serangga ini juga menjadi atraksi wisata yang tak kalah menariknya dibandingkan dengan satwa-satwa penghuni kebun binatang. Dia juga bisa memberi Anda madu langsung dari sarangnya. Itulah yang akan Anda rasakan di Peternakan Lebah Rimba Raya.
Sengatan lebah memang menyakitkan dan membuat gatal kulit di sekitar titik sengatan. Namun serangga ini
juga menjadi atraksi wisata yang tak kalah menariknya dibandingkan dengan satwa-satwa penghuni kebun
read more →

Melihat Kota Batu Dengan Paralayang

Kota Batu memiliki berbagai atraksi wisata. Tak hanya wisata alam, pertanian, dan taman. Kota yang berada pada ketinggian 900-1200 m di atas permukaan laut ini juga memiliki atraksi wisata petualangan atau minat khusus. Salah satunya paralayang.
Kota Batu memiliki berbagai atraksi wisata. Tak hanya wisata alam, pertanian, dan taman. Kota yang berada pada ketinggian 900-1200 m di atas permukaan laut ini juga memiliki atraksi wisata petualangan atau minat
read more →

Surga Tersembunyi di Air Terjun Madakaripura

Kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah air terjun Madakaripura.
Kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah
read more →

Menguji Nyali di Kasembon Rafting

Kasembon Rafting sudah dikenal sejak akhir tahun 2006. Kegiatan menyusuri sungai penuh jeram ini dimulai dari Desa bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Di sekitar tempat start arung jeram ini Anda akan langsung terpesona oleh indahnya pemandangan alam sekitar.
Kasembon Rafting sudah dikenal sejak akhir tahun 2006. Kegiatan menyusuri sungai penuh jeram ini dimulai dari Desa bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Di sekitar tempat start arung jeram ini Anda
read more →

Merengkuh Kesejukan Kebun Teh Wonosari

Perkebunan Teh Wonosari terletak sekitar 30 km dari Kota Malang ke arah utara. Udaranya sejuk dengan suhu udara rata-rata 19-26 derajat C. Sejak dibuka untuk umum pada 1993, kawasan seluas 510 ha milik PT. Perkebunan Nusantara XII tersebut menjadi tempat liburan keluarga yang komplet dan ringan di kantong. Di sana terdapat banyak fasilitas rekreasi dan olahraga, di antaranya trek tea walk, lapangan sepakbola, lapangan bola voli, lapangan tenis, kolam renang, dan area flying fox.
Perkebunan Teh Wonosari terletak sekitar 30 km dari Kota Malang ke arah utara. Udaranya sejuk dengan suhu udara rata-rata 19-26 derajat C. Sejak dibuka untuk umum pada 1993, kawasan seluas 510 ha milik
read more →

Berbasah-basah di Bawah Air Terjun Dlundung

Air Terjun Dlundung merupakan salah satu objek wisata alam milik Kabupaten Mojokerto yang relatif dekat dengan Kota malang. Air Terjun ini terletak di kaki Gunung Welirang yang berada di wilayah Dusun
read more →

Memetik stroberi di KUSUMA AGROWISATA

Mengunjungi perkebunan buah tentu sangat menyenangkan. Namun, lebih asyik lagi kalau sekalian memetik buah langsung dari pohonnya. Itulah yang akan anda rasakan ketika mengunjungi Kusuma Agrowisata tempat wisata agro memetik buah di Batu.
Mengunjungi perkebunan buah tentu sangat menyenangkan. Namun, lebih asyik lagi kalau sekalian memetik buah langsung dari pohonnya. Itulah yang akan anda rasakan ketika mengunjungi Kusuma Agrowisata
read more →

Menikamati Spa Ala Padusan Pacet

Padusan Pacet, begitulah biasanya orang-orang sekitar menyebut permandian air hangat yang berlokasi di lereng utara Gunung Welirang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto
Padusan Pacet, begitulah biasanya orang-orang sekitar menyebut permandian air hangat yang berlokasi di lereng utara Gunung Welirang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ini. Untuk mencapai tempat
read more →

Berpetualang Melihat Pesona GUNUNG BROMO

Daya tarik utama kawasan Gunung Bromo adalah keindahan Matahari kala terbit (sunrise) yang dapat disaksikan dari Puncak Penanjakan yang berketinggian 2.770 m di atas permukaan laut. Untuk menikmati detik-detik matahari terbit ini, dari Malang Anda harus berangkat pada pukul 00.30 WIB.
Meski masih aktif Gunung Bromo tetap menjadi daya tarik wisata Jawa Timur. Gunung ini berada di empat kabupaten di Jawa Timur yaitu Kabupaten Lumajang, Malang, Pasuruan, dan Probolinggo. Karena itu untuk
read more →

Lebih Dekat Dengan Satwa di Taman Safari Indonesia II

Ingin mengajak keluarga Anda berlibur di hawa sejuk pegunungan, melihat kehidupan binatang di alam bebas, menyaksikan aneka pertunjukan binatang, dan aneka aneka kegiatan rekreasi lainnya? taman Safari Indonesia II - lah tempatnya.

Taman Safari Indonesia II (TSI II) sebetulnya merupakan lembaga konservasi di luar habitat & pusat penangkaransatwa langka. namun, TSI Prigen juga mempunyai fungsi rekreasi. Fungsi sebagai tempat rekreasi inilah yang lebih dikenal masyarakat.
read more →

Keindahan Coban Rondo

Air terjun selalu menjadi objek wisata alam yang menarik. Air yang jatuh dari ketinggian tebing-tebing batu ini menjadi pemandangan yang indah. Terlebih jika tempat tersebut memiliki kisah ataupun legenda turun temurun. Tak sedikit air terjun di Indonesia yang mempunyai cerita ataupun kisah yang dipercaya masyarakat hingga sekarang. Salah satunya terdapat di Malang. Di kota apel ini terdapat air terjun yang indah dan memiliki legenda menarik yaitu air terjun Coban Rondo.
Wanawisata Coban Rondo berada di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Letaknya berada di tengah hutan pinus yang dikelola oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pujon, Perum Perhutani Malang dan Resort Polisi Hutan Pujon Selatan Petak 89G. Coban Rondo terletak di ketinggian 1.135 meter di lereng utara Gunung Kawi. Airnya berasal dari air sumber di Cemoro Dudo, lereng Gunung Kawi. Debit air terjun di tempat ini bisa mencapai 150 liter per detik pada musim hujan dan 90 liter per detik pada musim kemarau.
‘Rondo’ dalam bahasa Jawa bermakna janda. Nama Coban Rondo diambil dari dongeng awal terbentuknya air terjun ini. Dahulu kala ada sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahannya. Mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan mempelai laki-laki bernama Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro. Setelah 36 hari menikah, Dewi Anjarwati mengajak suaminya untuk berkunjung ke Gunung Anjasmoro. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan Joko Lelono. Tampaknya Joko Lelono tertarik dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan ingin merebutnya dari Raden Baron Kusuma. Perkelahianpun tidak dapat dihindarkan. Raden Baron Kusuma memerintahkan para punakawan (pendamping) agar membawa Dewi Anjarwati ke suatu tempat yang ada cobannya (air terjun). Perkelahian tersebut menyebabkan keduanya gugur. Dengan meninggalnya Raden Baron Kusuma maka Dewi Anjarwati menjadi janda atau “rondo”. Sejak saat itulah air terjun yang ditempati Dewi Anjarwati lebih dikenal sebagai Coban Rondo. Konon batu besar yang ada di bawah air terjun itu merupakan tempat duduk sang putri.
 Lokasinya yang berdekatan dengan Kota Wisata Batu memang sangat menguntungkan objek wisata milik Perhutani ini. Fasilitas yang ditampilkan di coban ini tidak hanya air terjun setinggi 84 meter saja, namun dilengkapi juga dengan River Tubing, War Game, Camp Ground, Tasung, Volley Jump, Family Gathering, Labirint, Jungle Trekking, dan Outbound. Fasilitas permainan War Game dengan memakai Pin Ball dan Fun Tubing  bisa dinikmati sejak awal tahun 2013 ini.
Selain aneka permainan, Coban Rondo juga mempunyai ‘Mini Zoo’ dengan menghadirkan beberapa satwa yang dilindungi, seperti aneka jenis rusa, landak, dan monyet. Di taman satwa ini juga disediakan kuda tunggangan yang bisa disewa para pengunjung untuk berkeliling taman. Tidak jauh dari taman itu ada penginapan Griya Wana Coban Rondo untuk wisatawan dengan tarif sekitar Rp 150.000 per malam. Di perbukitan sekitarnya banyak tumbuh aneka pepohonan yang dihuni oleh sekawanan monyet. Monyet-monyet di tempat tersebut cukup jinak, bahkan bisa diajak bercengkerama jika Anda memberinya jagung atau kacang.
Untuk memasuki lokasi Coban Rondo pengunjung diharuskan membayar tiket masuk terlebih dahulu. Sejak 1 Mei 2013 harga tiket masuk ke objek wisata ini resmi dinaikkan oleh pengelolanya. Untuk wisatawan lokal tiket semula adalah Rp 8.000, sekarang menjadi Rp 10.000. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara harga tiket semula Rp 10.000 dinaikkan menjadi Rp 15.000. Tarif  untuk tiket parkir adalah Rp 2000.
 Untuk menuju Wanawisata Coban Rondo ini, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Batu atau Kota Malang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Dari jalan raya antara Batu dan Pujon pengunjung akan melintasi jalan beraspal di tengah hutan pinus sejauh 2 kilometer. Akses jalan menuju wanawisata ini cukup berkelok-kelok, bertebing dan di sisi lainnya terdapat jurang yang curam serta rawan longsor.
Bila menggunakan kendaraan umum Anda bisa naik bus tujuan Kediri, dan turun di depan Patung Sapi di pintu gerbang menuju Coban Rondo. Jarak dari gerbang ini menuju air terjun Coban Rondo masih sekitar 4 kilometer. Anda bisa naik ojek dari sini. Oya, 2 kilometer sebelum memasuki kawasan wisata, Anda akan menemui papan bertuliskan ‘Welcome to Wana Wisata Coban Rondo’. Dari sini, Anda harus berbelok ke arah kiri untuk menuju tempat tersebut. Kemudian jalanan terus menurun dengan suasana hutan. Di suatu tempat yang melandai, terdapat kedai-kedai pedagang dan berbagai jenis kendaraan berjajar. Di situlah terminal akhir pengunjung berkendaraan. Untuk menuju coban dari lokasi parkir, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 500 meter menyusuri aliran sungai dan sedikit menanjak.
 Setelah sampai di lokasi wisata air terjun, sejauh mata memandang para pengunjung seakan dikepung bukit yang menjulang. Angin berhembus begitu kencang, air yang turun seperti air hujan yang lebat. Udara sejuk dan suasana segar serta dinaungi oleh pepohonan rindang membuat pengunjung akan betah berlama-lama di obyek wisata ini. Yang menarik adalah di atas Coban Rondo ini ternyata terdapat air terjun kembar yang disebut Coban Manten. Airnya mengalir ke bawah, lalu menyatu menjadi Coban Dudo. Uniknya, Coban Dudo tersebut mengalir lagi ke bawah menjadi Coban Rondo.
Tempat wisata yang berada di bawah naungan PT Palawi (Perhutani Alam Wisata) Resource ini juga memfasilitasi pengunjung yang ingin menginap dengan mendirikan beberapa wisma. Tarifnya mulai dari Rp 65.000 hingga Rp 400.000 per malam, dengan dua kamar dan ruang tamu berfasilitas televisi, air hangat, dan dapur. Selain itu jika Anda bermaksud mengunjungi tempat lainnya di Malang, Anda bisa singgah di Hotel Trio Indah, Santika Premiere Malang Hotel, atau Tugu Malang Hotel.
Wisata air terjun lainnya di kota Malang yang dapat Anda nikmati antara lain air terjun Coban Sewu, Air Terjun Coban Pelangi, Air Terjun Coban Talun, dan lain-lain.

read more →

Mengunjungi "Tanah Lot" Versi Pantai Balekambang

Bagi para penggemar wisata pantai, tentunya tahu objek wisata Tanah Lot yang ada di Bali. Anda tak perlu jauh-jauh ke pulau Dewata  untuk menikmati pesona alam yang seperti itu. Sebab di Pulau Jawa pun ada tempat wisata
read more →

Pesona Pantai Ngliyep di Malang Selatan

Pantai Ngliyep merupakan obyek wisata yang berada di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, sekitar 62 km arah selatan dari kota Malang. Pantai ini bisa di katakan cukup bersih, mengingat tidak banyak wisatawan yang berkunjung kesana. Hal itu yang menjadikan pantai ngliyep termasuk pantai yang masih perawan. Keindahan panorama menjadi daya tarik tersendiri dari ke eksotisan Pantai Ngliyep, karena pengunjung bisa dengan bebas menghabiskan waktu, berekspresi dan eksplorasi di pantai ini yang seolah pantai Ngliyep adalah pantai pribadi anda.
Pantai Ngliyep menawarkan keindahan alam yang memanjakan mata. Dengan pasir pantainya yang putih bersih, Birunya lautan lepas selatan yang berpadu dengan deburan ombak yang menerjang karang, serta dihiasi dengan tebing – tebing curam dan hijaunya hutan lindung yang teduh membuat liburan anda akan menjadi sangat menyenangkan dan tidak akan terlupakan. Sungguh perpaduan warna alam yang begitu indah dan unik.

Keindahan Sunset dan Sunrise Pantai Ngliyep
Keindahan lain yang ditawarkan adalah adanya sebuah pulau yang kecil tak jauh dari bibir pantai. Pulau itu disebut masyarakat sekitar dengan nama gunung Kombang. Jika anda bertandang kesana, Anda bisa menikmati sunset atau juga sunrise di pulau kecil itu. Anda harus melewati jembatan yang menghubungkan pantai dengan pulau tersebut. Jadi tak hanya di pantai Ngliyep saja anda bisa melihat pemandangan sunset yang indah, tetapi bisa juga melihat sunset saat berada di pulau gunung Kombang tersebut. Menurut cerita, di sinilah tempat dilakukannya beberapa ritual yang berhubungan dengan Nyi Roro Kidul.

Sejarah Upacara Ritual di Pantai Ngliyep
Setiap tahun, tepatnya pada bulan Maulud dalam penanggalan Jawa, Pantai Ngliyep akan lebih ramai dari biasanya. Tepatnya pada tanggal 15 digelar acara ritual bertajuk upacara Labuhan. Upacara Labuhan adalah bentuk upacara pengorbanan, dimana kepala hewan ternak seperti kambing atau sapi akan dikorbankan ke laut sebagai sesaji. Konon upacara Labuhan ini pertama kali dilaksanakan untuk menghindarkan wabah penyakit yang sedang menyerang penduduk desa setempat. Sesaiji terutama ditujukan bagi Nyi Roro Kidul, sang ratu laut selatan.
Peristiwa wabah penyakit menular bagi masyarakat Jawa biasa disebut dengan istilah pagebluk. Pada jaman dulu di Desa Kedungsalam terjadi wabah penyakit pagebluk sekitar tahun 1913. Saat itu ada seorang sesepuh desa bernama Mbah Atun yang mendapat mimpi untuk menggelar upacara Labuhan di pantai agar terhindar dari bencana itu. Upacara ini dilakukan oleh penduduk desa setempat dengan iringan kesenian reog pada sepanjang ruas menuju pantai. Iringan-iringan orang mengenakan baju tradisional Jawa dan membawa sesaji itu kemudian berjalan menuju Gunung Kombang, kurang lebih 300 meter dari bibir pantai. Deburan ombak yang menghantam jembatan dan semilir angin, menambah suasana khusyuk upacara labuhan tersebut.

Akomodasi dan Fasilitas Pantai Ngliyep
Fasilitas yang tersedia di tempat wisata ini cukup lengkap, mulai dari lahan parkir, penginapan, toilet umum, mushola, warung makan, pos kesehatan, pendopo atau pesanggrahan, hingga penginapan. Harga sewa penginapan cukup murah, hanya sekitar Rp. 75.000 rupiah per kamar. Dengan pemandangan ombak besar khas pantai selatan, sangat disayangkan anda tidak dapat berenang di pantai, karena ombak pantai selatan pada umumnya sangat berbahaya.

Rute dan Akses Menuju Pantai Ngliyep

Untuk mencapai Pantai Ngliyep sangat mudah. Pengunjung bisa memilih rute Karangkates atau Kepanjen. Jika melalui Kepanjen Anda bisa naik angkutan umum dengan kode GN2 warna putih. Sedangkan jika lewat Karangkates kita bisa naik angkutan umum dengan kode GN1 dengan warna oranye. Dibutuhkan waktu kira-kira 2,5 jam dari pusat kota Malang atau cukup 1 jam dari Karangkates. Jalur menuju Pantai Ngliyep ini sangat indah walaupun di beberapa tempat rawan kecelakaan karena jalan sempit dan minim rambu-rambu. Di sepanjang jalan mulai dari Kedungsalam pengunjung akan disuguhi pemandangan pegunungan kapur. Untuk lebih jelas lokasi dan arah jalan menuju pantai ngliyep. 
read more →

Berendam di Air Alam Permandian Wendit

Wendit Water Park terletak di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Dari pusat Kota Malang berjarak sekitar 8 kilometer dan berlokasi di tepi jalan utama arah ke Tumpang dan Gunung Bromo. Jika menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Arjosari Malang, naik angkutan umum jalur TA (Tumpang-Arjosari) warna putih kombinasi hijau. Sementara bagi pengunjung yang menggunakan pesawat, dari Bandara Abdulrahman Saleh bisa langsung ke kawasan ini yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari bandara. Wendit adalah sebuah telaga alami dengan kedalaman 2 meter dan suhu udara antara 18-25° Celsius. Air pemandian berasal langsung dari sumber mata air pegunungan yang juga dimanfaatkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang. Dahulu nama tempat wisata ini adalah Taman Rekreasi Pemandian Wendit, lalu Pemkab Malang melakukan renovasi dari 2006-2008. Saat itu tempat ini hanya menyuguhkan wisata air berupa kolam renang serta danau buatan yang dilengkapi perahu berkeliling danau. Pada tanggal 11 Mei 2008 tempat wisata ini mulai dibuka untuk umum dengan nama baru, Wendit Water Park. Sekarang seluruh kawasan di area seluas 9 hektar ini telah dilengkapi dengan fasilitas wisata tambahan untuk memanjakan pengunjung dan di bawah pengelolaan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Wendit Water Park.

Wendit Water Park terletak di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Dari pusat Kota Malang berjarak sekitar 8 kilometer dan berlokasi di tepi jalan utama arah ke Tumpang dan Gunung Bromo.

Konon nama Wendit berasal dari kata Wendito, yang artinya Pendito atau Pendeta. Pada zaman dulu, masyarakat Tengger mengambil air suci dari Gunung Widodaren yang termasuk dalam gugusan Pegunungan Bromo. Namun, lama kelamaan akibat terjadi pergeseran Gunung Widodaren yang menyebabkan sulitnya akses menuju lokasi air suci tersebut. Lalu para pendeta bersemedi kepada Sang Pencipta. Pendeta lalu memilih Bukit Mangliawan sebagai tempat bersemedi dan didapatlah mata air yang kemudian dinamakan Wendito. Akhirnya masyarakat setempat percaya air di Wendit sama sucinya dengan air Widodaren di Bromo. Nama Desa Mangliawan sendiri konon berasal dari cerita Ramayana dengan tokoh Hanoman. Sedangkan monyet-monyet di sini dipercaya sebagai punggawa kerajaan dari Tengger. Menurut masyarakat setempat, Candi Wendit dijadikan sebagai tempat peristirahatan Raja Majapahit saat perjalanannya mengunjungi Candi Jago.

Sekarang Pemandian Wendit bersanding dengan Wendit Water Park. Fasilitas yang disediakan saat ini meliputi kolam renang anak-anak, kolam renang dewasa, kolam arus, area pemancingan, kolam spa, waterboom, carousel, bombom car, worm coaster, perahu angsa, sepeda air, mandi bola, delman domba, flying fox, sepeda trail, ATV, dan beberapa wahana maupun fasilitas penunjang lainnya. Jika dahulu pemandian dibuka sampai tengah malam, sekarang Wendit Water Park hanya dibuka sampai jam 5 sore. Di kolam renang anak juga terdapat gelas tumpah yang disenangi anak-anak. Rerindangan pohon jati diisi dengan berbagai arena permainan anak dan juga taman bermain serta kios penjual makanan dengan tatanan trotoar serta taman yang indah dipandang mata.

Harga tiket masuk ke Wendit Water Park cukup terjangkau, hanya sebesar Rp 15.000,- untuk dewasa dan Rp 10.000,- untuk anak-anak serta Rp 2.000 untuk parkir kendaraan. Sedangkan tiket perahu dayung Rp 5 ribu untuk sekali putaran, perahu dayung sedang Rp 20 ribu per jam, perahu dayung kecil Rp 15 ribu per jam dan kolam renang internasional sebesar Rp 25 ribu. Namun untuk menikmati lokasi tambahan seperti waterboom dan pemandian spa, masing-masing dikenakan biaya Rp 10 ribu. Di area Wendit Water Park juga terdapat restoran apung, kantin, tempat outbond, spa, cottage, dan toko cinderamata. Yang membedakan dengan tempat wisata lainnya, WWP juga menyediakan pernak-pernik dan oleh-oleh khas Malang, penyewaan pendopo, sound system untuk acara keluarga atau pesta ulang tahun.

Keunggulan yang dimiliki Wendit adalah sumber air pemandian berasal langsung dari sumber mata air pegunungan. Masyarakat setempat mempercayai air di Pemandian Wendit bisa menyembuhkan penyakit, membuat enteng jodoh, murah rejeki serta membuat awet muda. Sumber mata air tersebut berasal dari sendang yang sekarang bernama Sendang Widodaren. Masyarakat setempat percaya, khasiat air di lokasi pemandian Wendit sama dengan air Widodaren yang berasal dari Gunung Bromo, yakni untuk kesembuhan dan kesehatan. Menurut warga, air itu merupakan rembesan dari Bromo lalu mengarah ke Wendit, hal ini didasarkan dari letak geografis lokasi Desa Mangliawan, yang merupakan salah satu akses menuju kawasan Gunung Bromo.

Pengunjung yang datang ke WWP akan disambut empat patung Hanoman di dua pintu masuk Wendit Water Park, yang merupakan lokasi habitat monyet ekor panjang yang mirip seperti Hanoman. Lalu pengunjung akan memasuki areal tempat wisata dengan melewati sebuah goa berbentuk kepala raksasa (Bahasa Jawa: Buto) yang membuka mulutnya. Di dinding goa terdapat ukiran monyet yang sedang bergelantungan di pohon dan ukiran tokoh pewayangan Hanoman. Di bagian dinding yang lain terdapat ukiran seorang laki-laki yang sedang bertapa. Setelah keluar dari goa, terdapat sebuah miniatur pesawat TNI 1102. Beberapa meter kemudian terdapat sebuah pendopo diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin beristirahat setelah berjalan-jalan menikmati keindahan Wendit.

Yang menarik di Wendit terdapat ratusan monyet yang dibiarkan bebas berkeliaran. Monyet di sini berjenis kera ekor panjang (macaca fascicularis). Di hutan kecil Wendit terdapat puluhan jenis pohon seperti beringin, jati, kelapa, pinus dan kedoya menjadi lokasi bagi monyet itu untuk hidup dan bergelantungan bermain-main. Monyet-monyet jinak ini merasa tidak terusik dengan kehadiran pengunjung. Pengunjung juga bisa memberikan makanan kepada monyet-monyet tersebut. Di sejumlah warung di lokasi wisata ini menyediakan makanan yang disukai kera seperti jagung dan kacang tanah. Tetapi pengunjung harus tetap waspada, karena jika lengah monyet-monyet itu akan mengambil tas yang biasanya berisi makanan.

Di Wendit, pengunjung bisa menikmati telaga dengan perahu kayu yang akan membawa berkeliling telaga. Terdapat dua macam perahu, yaitu perahu dengan bantuan diesel dan perahu kayuh. Selain itu, pengunjung dapat menggunakan sepeda air serta naik perahu naga sambil mengitari telaga. Di sekitar telaga terdapat restoran dan beberapa pondok wisata. Di sekeliling telaga kera-kera yang jinak menjadi daya tarik tersendiri, mereka dibiarkan lepas mendekati pengunjung. Bangku-bangku santai berjejer di tepi pemandian. Di sini, wisatawan juga bisa melihat beberapa peninggalan sejarah berupa arca kuno tersebar di sekeliling Pemandian Wendit. Kalau ingin berkeliling mengitari kawasan hutan di Wendit, pengunjung bisa menyewa kuda dengan pemandu yang memakai seragam ala punggawa kerajaan tempo dulu. Para pemilik kuda ini biasanya mangkal di depan gerbang raksasa.

Beragam wahana ada di Wendit Water Park, mulai dari wisata kolam arus, water boom, sampai ke wisata perahu. Suasananya sekarang terlihat jauh lebih luas dan lebih asri. Selain itu juga tersedia berbagai macam permainan anak-anak dan panggung terbuka. Pengunjung bisa mencoba beberapa wahana seperti kolam arus. Di kolam renang arus ini sudah disediakan banyak ban dalam mobil yang sudah dipompa. Pengunjung akan meluncur mengikuti arus dimulai dari arus yang paling dangkal kemudian berputar sampai di arus yang paling dalam. Airnya pun bening dan bersih, karena berasal dari sumber yang cukup deras.

Terdapat walking water ball di kolam pemandian dewasa. Balon raksasa ini berjalan di permukaan air pemandian dewasa. Walking water ball yang itu menggunakan bola karet raksasa dengan diameter kira-kira 1,5 meter dan tinggi 1,5 meter. Selain walking water ball, sensasi lain yang ditawarkan adalah flying fox yang meluncur dari ketinggian pepohonan kemudian melintasi di atas kolam pemandian. Selain kolam renang umum Wendit Water Park, juga menyediakan kolam spa. Kolam dengan dasar lantai dari batu-batuan alam, airnya yang dingin dan segar ditambah dengan taburan bunga mawar. Kolam renang spa ini bersebelahan dengan Sendang Widodaren dan makam Mbah Kabul. Tiket kolam spa ini hanya Rp. 10.000, dan pelayanan spa ini meliputi full spa treatment, body scrub, hand and foot massage, back massage dan lain-lain. Tiap hari libur lebaran, Wendit selalu ramai dikunjungi wisatawan dan biasanya pengelola menyediakan panggung orkes dangdut yang sangat diminati pengunjung.

Wahana di Wendit Water Park:
1. Kolam Arus, Rp. 10.000/sekali masuk
2. Mandi Bola Rp 5.000/orang
3. Kolam Spa Rp 10.000/orang dilengkapi dengan spa message
4. Tiket perahu motor Rp 5.000/orang
5. Wahana Flying Fox Rp 10.000/orang
Alamat Wendit Water Park:
Jl. Mangliawan Pakis – Kabupaten Malang
Telp. 0341-7751508, 7352112, 7302786
Fax. 0341-456622
read more →

Indahnya Pulau Sempu

         
Pulau Sempu terletak di sebelah selatan Pantai Sendang Biru Kab. Malang. Dari kota Malang jarak tempuhnya kurang lebih 75 km, sekitar 2 jam perjalanan dari kota Malang.
            Pulau Sempu terletak di sebelah selatan Pantai Sendang Biru Kab. Malang. Dari kota Malang jarak tempuhnya kurang lebih 75 km, sekitar 2 jam perjalanan dari kota Malang. Pulau Sempu memiliki daya tarik tersendiri bagi touris domestik maupun mancanegara karena Pulau Sempu masih sangat alami dengan keindahan alamnya yang sangat angggun dan menawan.
Pulau Sempu yang berdekatan dengan Samudera Hindia juga memberikan nilai plus karena kita bisa melihat langsung keindahan Samudera Hindia dan ikan Lumba-lumba khas Samudera Hindia yang berada di balik tebing Pulau Sempu.
          Sebuah pulau kecil TANPA PENDUDUK yang terletak di bagian selatan Kabupaten Malang. Pulau ini termasuk di wilayah Pantai Sendang Biru. Sempu merupakan pulau yang difungsikan sebagai cagar alam.
Yah, tentu saja karena dijadikan cagar alam maka pulau ini hanya dihuni oleh flora dan fauna saja…tidak manusia yang menetap di sana. Oleh sebab itu pulai ini masih sangat alami, pantai-pantai di Sempu juga masih sangat alami, seperti belum dijamah manusia.
           The Beach (2000), salah satu film yang dibintangi Leonardo Dicaprio, merupakan film yang memiliki latar belakang yang indah yakni Pulau Phi-Phi di Thailand. Pesona keindahan alamnya, memancing banyak orang untuk berkunjung kesana. Beruntung bagi warga Indonesia bahwa pesona keindahan alam tersebut dapat dinikmati tanpa harus terbang ke Thailand. Pulau Sempu, salah satu pulau di Indonesia yang acapkali disamakan dengan latar belakang film The Beach ini. Sebuah pulau kecil di selatan Pulau Jawa ini merupakan salah satu asset pariwisata yang dimiliki Indonesia. Keperawanannya pun relatif terjaga karena tergolong sebagai salah satu cagar alam yang dilindungi pemerintah Indonesia. Selain pesona alam yang indah, beragam flora dan fauna juga ikut mewarnai keindahan ciptaan Sang Khaliq ini. Bagi para Pecinta Alam Indonesia, pulau ini layaknya tempat bulan madu yang menawan.
          Secara geografis, Pulau Sempu berada ± 90km di selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pulau yang memiliki luas sekitar 877 Ha ini, merupakan merupakan sebuah cagar alam yang berada dibawah naungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam provinsi Jawa Timur.
         Cagar alam merupakan suatu kawasan suaka alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami (Sumber: Wikipedia). Berbagai jenis fauna seperti Babi Hutan, Kancil, dan konon katanya juga terdapat Macan Tutul serta bermacam-macam burung terutama Burung Rangkong. Tentunya selain fauna, Keseimbangan ekosistem flora juga diperhatikan di cagar alam ini. Cap sebagai Cagar Alam membuat pulau ini menjadi sangat nyaman bila dikunjungi.

read more →